Perkembangan Bisnis Warnet

Bisnis warnet saat ini suasanaya jauh berbeda dengan belasan tahun yang lalu. Pertengahan Tahun 1990-an hingga awal tahun 2000-an akses internet masih sangat mahal dan masih jarang, masyarakat umum yang memiliki komputer juga sangat jarang. Belasan tahun yang lalu banyak sekali warnet kecil dengan jumlah komputer di bawah 10 unit. Warnet-warnet kecil tersebut bermunculan hingga pelosok-pelosok perkotaan.


Warnet di Paris tahun 1995

Warnet-warnet kecil banyak yang hanya sanggup bertahan sekitar 3-4 tahun, salah satu penyebabnya adalah perkembangan tehnologi komputer. Perubahan Generasi Warnet yang berlangsung sekitar 3-4 tahun juga dipengaruhi oleh kecepatan akses internet.


Warnet Propacom Tahun 2000

Warnet Generasi Pertama masih menggunakan CPU dengan prosesor Pentium II -III saat itu kebanyakan hanya untuk email, chatting, group-group chating. Browsing masih sangat berat, koneksi internet masih pakai telkom dial up dengan kecepatan 32 – 64 kbps. Beberapa warnet masih menggunakan Monitor tabung 14-15″.

Generasi Warnet berikutnya mulai hadir dengan CPU prosesor P4 dengan layar Monitor tabung yang lebih lebar atau Monitor LCD. Telkom pun mulai mengenalkan speedy dengan kecepatan yang mulai lebih kencang dikisaran 128-512 kbps. Game-game online mulai meramaikan pengguna warnet. Warnet dengan Pentium III mulia berguguran. Game Center mulai bermunculan di mana-mana. Warnet generasi pertama pada berguguran jika tidak mengganti komputer yang digunakan.

Generasi ketiga Warnet makin berkembang Tehnologi komputer memperkenalkan Prosesor Multi Core yang lebih cepat dan mampu menampilkan grafik game yang lebih sempurna. Tower-tower untuk koneksi internet lewat ISP Wireless banyak digunakan di Warnet-warnet yang mengutamakan layanan Game. Kecepatan dan kestabilan internet mulai sangat terasa bagi para gamers, kata-kata “game ngelag” jarang terdengar lagi. Game facebook sempat menjadi daya tarik para pemain warnet meskipun akses youtube masih tersendat-sendat.

Generasi ke empat Warnet diawali dengan berkembangnya internet kabel optic yang memiliki kecepatan tinggi dan dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan ISP Wireless. Game online masih menjadi daya tarik pengunjung warnet. Akses youtube maupun streaming film secara bersamaan beberapa komputer tetap lancar.

Generasi Warnet ke Lima harus berjuang keras untuk bersaing dengan Handphone. Anak-anak SD yang seharusnya menjadi calon gamers di warnet, sudah memiliki handphone android yang memiliki ribuan game siap download apalagi koneksi internet 4G yang semakin merata jangkauannya. Untuk kedepannya calon-calon pelanggan warnet jauh berkurang. Warnet generasi ke Lima harus memiliki hardware yang mumpuni dengan prosesor I3 – I5 -I7 serta VGA Card yang bagus, sehingga game-game Playstation dan Android dapat berjalan dengan lancar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *